Warga Di Probolinggo Lakukan Sumpah Pocong

Warga Di Probolinggo Lakukan Sumpah Pocong

Portal Berita – Ritual sumpah pocong menjadi sarana ampuh khususnya bagi orang yang dituduh memiliki ilmu santet. Ritual ini dilakukan untuk menepis fitnah yang di tujukan kepada seserang tersebut dan menghindari bahaya.
Ritual sumpah pocong di kabupaten Probolinggo ini dilakukan oleh Suyanto 45 tahun warga Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.

Sumpah pocong dilaksanakan di mesjid desa setempat dan disaksikan oleh ratusan warga setempat. Dan ulama atu kyai yang diminta untuk memimpin acara sumpah pocong itu adalah KH Abdullah asal Jember. Banyaknya warga yang hadir, membuat aparat yang berwajib melakukan pengamanan ketat untuk mengantisipasi terjadinya sesuatu yang tidak di inginkan.

Suyanto terpaksa mengambil cara sumpah pocong untuk menepis fitnah yang terus berkembang di tengah masyarakat, bahwa dirinya telah menyantet tetangganya. Apalagi beberapa hari lalu ada anak tetangganya yang sering sakit-sakitan. Kemudian berkembanglah isu bahwa Suyanto yang menebar santet.

Ahirnya Suyanto merasa tertekan dan dapat membahayakan dirinya jika pembicaraan itu tidak segera dihentikan. Cara yang ampuh dan menjadi tradisi di daerah tapal kuda termasuk Probolinggo, adalah sumpah pocong.

Warga mempercayai jika memang memiliki santet kemudian melakukan sumpah pocong, maka bahaya akan menimpa pemilik santet. Namun jika tidak terbukti, maka penuduhlah yang mendapat musibah.

Sebelum disumpah, Suyanto lebih dulu dibungkus kain kafan layaknya orang mati. Selanjutnya kyai Abdullah mengambil sumpah dan membacakan doa.

“Sumpah pocong merupakan langkah terakhir untuk meredam isu santet,” ujar Kyai Abdullah.