Tidur Larut Malam Dapat Berpengaruh Terhadap Prestasi

Sebuah penelitian yang terbaru di Amerika telah mengungkapkan, kalau ada 25 persen remaja yang ada di negeri itu baru akan pergi tidur pada pukul 23.30 malam waktu setempat. Mereka yang cenderung memiliki prestasi akademik yang buruk, telah mengalami masalah emosi yang lebih besar dan juga diduga lebih stres bila dibandingkan dengan remaja lain yang pergi tidur lebih awal.

Dr. Judith Owens direktur dari Sleep Medicine di Children’s National Medical Center di Washington DC mengatakan kalau pola tidur remaja yang bertentangan dengan ritme sirkadian alami, dampaknya juga terlihat pada fungsi kognitif dan regulasi emosional serta konsekuensi potensi kesehatan mereka.

Berdasar dengan survei pada remaja yang ada di seluruh Amerika pada tahun 1990-an dan juga kelanjutan dari survei tersebut kepada mereka yang mulai dewasa, para peneliti yang ada di University of California, Berkeley, telah menganalisis penyebab remaja yang semakin sedikit waktu tidurnya dan juga ada efek jangka panjang yang mungkin dapat terjadi.

Menurut laporan yang telah dimuat dalam Journal of Adolescent Health, yang telah diperkirakan antara 45 persen dan 85 persen dari anak-anak yang telah duduk di kelas enam sampai 12, tidur dengan kurang dari waktu yang telah direkomendasikan untuk mereka, yaitu sembilan jam pada setiap malamnya. Hampir dari separuh remaja itu, yaitu 44 persen, yang mengaku kesulitan untuk dapat tetap terjaga selama jam sekolah, ungkapan dari para penulis hasil riset.