Sabu Rp 6,9 M Berhenti Di Bea Cukai Bandung

Sabu Rp 6,9 M Berhenti Di Bea Cukai Bandung

Portal Berita – Petugas Bea dan Cukai Bandung berhasil menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 3.875 gram senilai Rp 6,9 miliar melalui Bandara Internasional Husein Satranegara. Barang haram tersebut diamankan dari tiga tersangka pria, masing-masing satu warga Indonesia dan dua warga negara India.

Petugas menangkap warga negara Indonesia pada Sabtu 7 September. dan keesokan harinya, baru menangkap dua warga negara India itu.

“Pengungkapan ini terjadi dua kali berturut-turut dalam kurun waktu dua hari di Bandara Husein Sastranegara Bandung,” ungkap Kepala DJBC Jabar Kusdirman Iskandar di kantor Kanwil Bea dan Cukai Jabar, Gedung Keuangan, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung.

Kasus ini berhasil diungkap berkat kerjasama antara petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean A Bandung dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kantor Pusat Dirjen Bea Cukai, serta Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jabar.

“Hasil pemeriksaan terhadap pelaku berinisial ASI didapatkan tiga bungkusan warna coklat yang disembunyikan di dasar koper. Di dalamnya berisi bubuk kristal bening dengan berat dua ribu sembilan ratus gram,” kata Kusdirman.

ASI merupakan penumpang Silk Air No.Flight MI 193 rute Singapura-Bandung. Kusdirman menyebutkan asumsi harga sabu di pasaran Rp 1,8 juta per garam, jadi total nilai sabu yang gagal diselundupkan itu senilai Rp 5,2 miliar.

Sementara itu, pelaku berinisial MI dan RA yang merupakan warga negara India hendak menyelundupkan narkoba jenis sabu seberat 975 gram atau nilainya Rp 1,7 miliar. MI dan RA menumpangi pesawat Silk Air No.Flight MI 196 rute penerbangan juga Singapura-Bandung.

“Hasil pengujian bubuk kristal bening di dua kasus tersebut di laboratorium Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) Bea Cukai, hasilnya sampel itu positif narkotik golongan satu jenis methamphetamine atau sabu,” ungkap Kusdirman.