Politik Dinasti Yang Merajalela Di Indonesia

Politik Dinasti Yang Merajalela Di Indonesia

Portal Berita – Salah satu efek samping dari pilkada dengan melahirkan dinasti-dinasti di daerah. Banyak anak dan isteri yang menggantikan ayah dan suami mereka untuk memimpin di daerah mereka. Hal ini seperti layaknya politik kartel yang menganut politik balas budi, politik uang maupun politik melanggengkan kekuasaan.
Kebebasan politik yang terbuka ini di manfaatkan oleh actor-aktor politik di Indonesia untuk menggapai kapitalisasi dan kekuasaan, seperti yang di katakana pengamat politik UI Ari Juanedi.
Ari menilai tidak ada yang salah dengan politik dinasti. Namun memilih pemimpin di daerah yang tidak memiliki kapabilitas sama dengan menyerahkan nasib masyarakat kepada orang yang salah. Para pemilih seharusnya mendapatkan pemahaman dan pengalaman mengenai sepak terjang calon pemimpin yang akan mereka pilih.
Ari Juanedi juga mengatakan " jangan membeli kucing dalam karung ". Yang kita inginkan sebenarnya membeli kucing angora, tetapi yang kita dapatkan adalah kucing buduk”. Ungkap pengamat politik UI tersebut. Ada lagi sebuah anggapan calon pemimpin bisa di karbit karena orang tuanya pernah mebjadi Bupati, Gubernur, atau ketua partai politik. Seorang pemimpin bisa saja terlahir dari pondok pesantren, asrama mahasiswa, daerah perkampungan atau taruna militer.
Dan menurut Ari, seharusnya sebuah Parpol hendaknya tidak berpikir jangka pendek dalam meraih kekuasaan, tetapi mereka seharusnya berpikir jangka panjang untuk sebuah kemaslahatan umat”.