Persaingan Sehat Antar Peserta Pemilu Muncul Karena Moratorium

Persaingan Sehat Antar Peserta Pemilu Muncul Karena Moratorium

Portal Berita – Yusril Ihza Mahendra, Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang, mendukung moratorium atau penghentian sementara iklan kampanye dan politik di media massa yang ditetapkan oleh Komisi I DPR.

Menurut Yusril moratorium iklan politik berdampak positif pada pemilu, yakni munculnya persaingan sehat di antara para peserta Pemilu 2014.
Menurut Yusril, kampanye yang dimulai sebelum 16 Maret otomatis menghabiskan biaya lebih besar. Artinya politisi yang memiliki media dan modal banyak, punya kesempatan lebih besar untuk berkampanye ketimbang politisi yang tidak memiliki media.

Di sisi lain, Yusril berpendapat kebijakan moratorium iklan kampanye dan politik sudah terlambat. Waktunya terlalu singkat sementara serangan udara dari sejumlah partai telah bertebaran.

Sebelumnya, Partai Kebangkitan Bangsa juga menilai moratorium iklan politik telat dilakukan. Sejak awal peraturannya abu-abu. Sekarang pun permainannya abu-abu. Oleh karena itu langkah ini sudah terlambat.

Pemberlakuan moratorium tidak mengikat. Sebab siapapun tetap bisa dan boleh memasang iklan. Asal materi iklannya tidak mengajak orang memilih kan tidak menjadi persoalan karena tidak ada unsur kampanye.

Ketua KPI Judhariksawan mengatakan, moratorium iklan kampanye dan politik di media massa dilakukan karena sulitnya membatasi iklan-iklan politik saat ini.

Selanjutnya, lembaga-lembaga yang tergabung dalam gugus tugas pengawasan dan pemantauan pemberitaan, penyiaran, dan iklan kampanye pemilihan legislatif – KPU, KPI, Bawaslu, dan KIP – akan menandatangani Surat Keputusan Bersama terkait moratorium itu.