Pengembangan Nano Teknologi Memakan Dana Rp 250 M

Pengembangan Nano Teknologi Memakan Dana Rp 250 M

Portal Berita – Anggaran sebesar Rp 250 miliar akan digelontorkan pemerintah untuk mengembangkan teknologi nano (nano teknologi).
Demikian ditegaskan oleh Kepala Badan Pengembangan dan Penelitian Industri (BPPI) Depperin Deddy Mulyadi saat membuka Pameran Hasil Litbang Industri Agro 2009 di Plaza Depperin Jakarta.

Teknologi nano adalah sebuah studi di bidang pengendalian materi dalam skala atom atau molekul. Biasanya teknologi nano berurusan dengan struktur yang berukuran kurang dari 100 nanometer.

Manfaat studi ini sudah diaplikasikan di berbagai bidang, seperti kedokteran, elektronik, energi, dan lain sebagainya. Sektor yang berpotensi menggunakan teknologi ini di antaranya adalah sektor keramik, tekstil, pangan, energi, dan ICT

“Potensinya besar jika teknologi ini digunakan secara komersial untuk dunia usaha,” kata Deddy Mulyadi. Deddy mengilustrasikan, tekstil Bellini yang selama ini menggunakan teknologi nano impor dari Amerika Serikat, bisa dijual lebih mahal 70 persen dari yang produk tanpa teknologi nano.

“Jadi, kalau partikel nano bisa diproduksi dalam negeri maka harga akan lebih murah dan bahan baku partikel nano dalam negeri seperti gamping atau silica bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Oleh karenanya, anggaran sebesar Rp 250 miliar akan dipakai untuk membiayai 5000 judul penelitian. Rp 15 miliar diantaranya, dialokasikan untuk proyek kerjasama Departemen Perindustrian dengan Masyarakat Nanoteknologi Indonesia (MNI) meliputi 60 judul penelitian pengembangan teknologi nano untuk dunia usaha.