Pakai Paspor Dan Nama Palsu, 4 Tahun Anggoro Jadi Buron

Pakai Paspor Dan Nama Palsu, 4 Tahun Anggoro Jadi Buron

Portal Berita – 27 Januari 2014, tersangka kasus dugaan korupsi Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) yang selama ini menjadi buronan di Kementerian Kehutanan, Anggoro Widjojo, berhasil ditangkap.

(KPK) Komisi Pemberantasan Korupsi bekerjasama dengan kantor Imigrasi Indonesia dan China beserta pihak kepolisian Shenzen China, berhasil membawa Anggoro ke tanah air, malam tadi, Kamis 30 Januari 2014.

Johan Budi, juru bicara KPK menuturkan selama dalam pelarian, Anggoro diketahui menggunakan paspor palsu, tetapi tetap menggunakan nama asli Indonesia

Johan menuturkan, selama dalam pelarian, sejak 17 Juli 2009 yang lalu, bos PT Masaro Radiocom itu diketahui selalu berpindah-pindah negara. Bahkan di satu negara, kerap berpindah-pindah kota.

Akhirnya, Anggoro ditangkap di Shenzhen, China. Menurut Johan, selama enam bulan terakhir Anggoro menetap di kota itu.

Anggoro Widjoyo merupakan Direktur Utama PT Masaro Radiokom. Dia diduga memberikan uang Rp105 juta dan US$85 ribu kepada Ketua Komisi Kehutanan Dewan Perwakilan Rakyat Yusuf Erwin Faishal.

Uang tersebut disebut sebagai suap agar Dewan menyetujui program revitalisasi Radio Terpadu di Departemen Kehutanan senilai Rp180 miliar.

Pengusutan terhadap kasus Sistem Komunikasi Radio Terpadu dilakukan sejak 2008. Anggoro ditetapkan sebagai tersangka kasus Radio Terpadu pada 19 Juni 2009.

Namun penanganan kasus ini tersendat karena Anggoro kabur ke luar negeri. Kemudian, Direktur PT Masaro Radiokom itu menjadi buron Interpol atas permintaan KPK.