Ketika Ingin Menambahkan Pemakaian Krm Dokter, Yuk, Simak!

Ketika Ingin Menambahkan Pemakaian Krm Dokter, Yuk, Simak!

Portal Berita – Setiap orang memiliki masalah kulit yang berbeda-beda. Ada yang bisa diatasi hanya dengan menggunakan skin care yang dijual secara umum, ada juga yang membutuhkan perawatan khusus menggunakan produk skin care dokter. Namun, kalau saat ini Anda ingin menambahkan produk perawatan dari dokter kulit ke dalam rutinitas skin care harian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, nih! Pasalnya, tidak semua produk skin care umum bisa digunakan secara bersamaan dengan produk skin care dari dokter kulit. Agar lebih aman, coba perhatikan hal-hal berikut ini, deh!

1. Jenis Produk Skin Care Dokter yang Digunakan

Saat memutuskan untuk menggunakan skin care dokter, Anda tentu punya masalah kulit tersendiri yang sulit diatasi menggunakan skin care umum. Biasanya, jenis produk yang digunakan berupa krim pencerah wajah, krim untuk menyamarkan bekas jerawat, krim pelembap dengan kandungan retinol, atau krim untuk mengatasi jerawat dengan kandungan benzoyl peroxide. Saat ingin menggunakannya secara bersamaan, pastikan produk skin care umum yang Anda gunakan tidak memiliki kandungan serupa dengan skin care dokter untuk mencegah risiko iritasi berlebihan.

2. Produk yang Sebaiknya Digunakan

Produk skin care dokter umumnya dapat memberikan beberapa efek samping, seperti kulit mengelupas, kulit merah, kulit sensitif, bahkan hingga breakout. Untuk menyeimbangkannya, Anda membutuhkan produk skin care umum yang lembut di kulit. Beberapa produk yang sebaiknya Anda gunakan adalah toner, AHA/BHA exfoliant, sunscreen, serum, serta cleanser.

3. Produk yang Sebaiknya Dihindari Pengunannya

Selain produk yang memiliki kandungan serupa dengan produk skin care dokter, ada beberapa jenis produk yang berpotensi merusak kulit jika digunakan bersamaan dengan skin care dokter, yaitu scrub, cleansing brush.

4. Urutan Penggunaan Skin Care

Agar hasilnya maksimal, penting untuk menggunakan skin care dengan urutan yang tepat. Diawali dengan pembersihan kulit, kemudian lanjutkan dengan menggunakan produk yang bertekstur cair, hingga yang paling kental. Jadi, pada tahap mana sih sebaiknya produk skin care dokter digunakan ?

Untuk produk bertekstur krim, urutannya adalah cleanser, alcohol-free toner, AHA/BHA exfoliant, serum, krim dokter, dan sunscreen (pagi hari) / moisturizer (malam hari).

Untuk produk bertekstur cair, urutannya adalah cleanser, alcohol-free toner, AHA/BHA exfoliant, skin care dokter, serum, dan sunscreen (pagi hari) / moisturizer (malam hari).

5. Cara Meminimalisir Dampak Negatif

Penambahan produk skin care dalam rutinitas perawatan kulit memang mungkin saja menyebabkan reaksi negatif, seperti kemerahan, kulit kering, kulit sensitif, dan breakout. Tak perlu khawatir, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meminimalisir dampak tersebut. Pertama, menggunakan produk yang sesuai untuk jenis Anda.

Jika skin care dokter membuat kulit menjadi semakin kering, Anda bisa mengganti pelembap yang biasa digunakan dengan produk yang teksturnya lebih kental. Kedua, sederhanakan rutinitas skin care Anda. Terakhir, kurangi frekuensi penggunaan skin care dokter untuk membuat kulit menyesuaikan dirinya terlebih dahulu. Selamat mencoba, ya!