Ketahui Mitos Seputar Cleansing Brush

Ketahui Mitos Seputar Cleansing Brush

Portal Berita – Untuk dapatkan kulit bersih secara maksimal, kini Anda tak hanya bisa membersihkan wajah dengan micellar water dan sabun cuci muka saja, tetapi juga menggunakan cleansing brush. Diklaim dapat membantu membersihkan secara maksimal dari debu, kotoran dan sel kulit mati sampai ke dalam pori-pori, cleansing brush menjadi salah satu beauty tools yang paling banyak dicari dan digunakan oleh banyak orang. Di balik segala manfaat yang ditawarkan, ada beberapa mitos seputar cleansing brush yang perlu Anda ketahui, supaya tidak lagi menimbulkan keraguan dan bisa membuat Anda lebih mudah memutuskan akan menggunakan produk ini atau tidak. Apa saja mitos tersebut? Keep scrolling, ladies!

1. Bisa membuat kulit breakout dan iritasi

Cleansing brush dapat membantu Anda membersihkan wajah dengan lebih maksimal hingga ke dalam pori-pori dibandingkan dengan mencuci muka menggunakan sabun muka saja. Namun, seringkali cara penggunaan yang kurang tepat dapat memicu pada terjadinya efek samping pada kulit wajah, seperti breakout atau jerawat. Kurang rajin membersihkan dan mengganti secara berkala adalah penyebab utama masalah kulit dari penggunaan cleansing brush.

2. Pemilik kulit sensitif tidak bisa menggunakannya

Mitos ini yang satu ini tidak perlu lagi Anda percaya karena pada kenyataannya, seseorang dengan tipe kulit sensitif tetap bisa menggunakan cleansing brush dengan memerhatikan beberapa aturan. Untuk menghindari iritasi pada kulit Anda yang sensitif, gunakan cleansing brush dengan bulu atau bristle yang lebih halus dan ramah untuk kulit. Anda juga perlu memastikan menggunakan sabun muka yang ramah untuk kulit sensitif dan air yang cukup. Selain itu, gunakan cleansing brush hanya 1-2 kali saja dalam seminggu serta gunakan dengan lembut saat membersihkan wajah.

3. Harganya bisa menguras dompet

Meski terbukti dapat membantu membersihkan wajah secara lebih maksimal, banyak orang merasa ragu dan enggan membeli serta menggunakan cleansing brush. Alasannya adalah karena harganya yang cukup menguras kantong. Namun, pandangan tersebut kini hanyalah mitos belaka, karena sudah ada banyak brand lokal maupun internasional yang menghadirkan cleansing brush dalam berbagai kisaran bujet. Bila Anda tertarik membeli produk yang agak sedikit lebih mahal, tak perlu khawatir karena cleansing brush adalah produk jangka panjang yang worth it jika melihat manfaat yang akan didapatkan.

4. Penggunaan clenasing brush hanya menyebarkan bakteri di kulit

Kondisi ini hanya berlaku bila Anda kurang rutin mencuci cleansing brush dan tidak menyimpannya dengan tepat. Bila tidak membersihkannya secara rutin dan menaruhnya sembarangan bakteri akan berkembang biak, sehingga bisa menyebabkan efek samping seperti jerawat serta kulit kusam. Karenanya, Anda perlu mencuci cleansing brush secara rutin dan menggunakan sabun yang tepat untuk memastikan kotoran dan sisa makeup yang tertinggal pada brush bisa bersih dengan maksimal.

5. Cleansing brush untuk wajah dan tubuh sama saja

Meski gunanya sama, yaitu untuk membersihkan kulit dari kotoran dan sel kulit mati secara lebih mendalam dan menyeluruh, facial cleansing brush tidak bisa digunakan untuk membersihkan kulit tubuh. Begitu juga sebaliknya. Menggunakan brush pembersih badan untuk membersihkan wajah bisa membuat kotoran dan sel kulit mati bisa menyebar ke wajah yang kemudian dapat menyebabkan kulit menjadi mudah berjerawat, iritasi, atau kemerahan.