Ketahui Fakta Menarik Tentang PH Kulit

Ketahui Fakta Menarik Tentang PH Kulit

Portal Berita – Saat membaca artikel kecantikan, Anda mungkin akan sering menemukan anjuran untuk menjaga pH kulit agar tetap seimbang. Hal tersebut perlu dilakukan agar kulit terhindar dari berbagai macam permasalahan, mulai dari jerawat, produksi minyak berlebih, dan lain sebagainya. pH sendiri merupakan singkatan untuk potential hydrogen yang kerap dijadikan sebagai acuan dari tingkat keasaman kulit. Skala pH berkisar antara 0.00 – 14.00, dengan tingkatan netral di angka 7. Angka di bawah 7 menandakan pH asam, sedangkan di atas 7 artinya pH basa. Ingin tahu lebih lanjut mengenai keterkaitan antara pH dan kondisi kulit? Yuk, simak beberapa fakta berikut ini!

1. pH kulit tidak perlu diperbaiki

Dilansir dari HelloGiggles, dermatolog Bobby Buka menuturkan bahwa pH kulit tidak perlu diperbaiki karena tubuh memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan kembali kadar pH kulit. Namun, Anda dapat mengacaukan pH kulit dengan menggunakan produk skin care yang terlalu asam atau basa. Oleh karena itu, pemilihan produk skin care dengan pH yang sesuai cukup penting dan direkomendasikan agar berada pada kisaran pH lapisan pelindung kulit, yaitu pH 4.5 hingga 6.2 (pH normal kulit adalah 5.5) atau berada di pH netral, yaitu 7.

2. pH basa dapat menyebabkan kulit kering

Saat pH kulit berada dalam keadaan seimbang, kulit akan bekerja optimal untuk mengunci kelembapan dan kadar air. Namun, saat pH terlalu tinggi atau basa, kemampuan kulit untuk mengunci kelembapan akan berkurang, sehingga berujung pada kekeringan hingga iritasi. Oleh karena itulah, air yang memiliki pH 7 dan beberapa sabun yang kerap bersifat basa kerap menjadi penyebab terjadinya kulit kering.

3. Produk dengan pH asam biasanya bekerja sebagai eksfoliator

Proses eksfoliasi merupakan salah satu tahapan skin care yang perlu dilakukan agar sel-sel kulit mati dapat terangkat sekaligus mempermudah proses regenerasi kulit. Jika ingin melakukan eksfoliasi, Anda bisa mencari produk dengan kandungan salicylic acid, vitamin A, atau retinol yang dikenal ber-pH rendah atau bersifat asam. Walaupun kadar pH kulit yang ideal adalah 5.5, namun terkadang penggunaan produk dengan pH asam diperlukan untuk melawan bakteri pada kulit, terutama untuk mencegah jerawat.

4. pH kulit yang tidak seimbang dapat membuat produk skin care tidak bekerja efektif

Seperti yang sudah disebutkan, pH acid mantle berkisar antara 4.5 dan 6.2, di mana acid mantle berfungsi sebagai lapisan pelindung kulit dari debu, polusi, kotoran, dan sinar UV. Saat pH kulit terganggu alias tidak seimbang, kulit akan menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap mengalami masalah. Selain itu, manfaat dari produk skin care umumnya diuji pada kulit dengan pH seimbang dan normal, sehingga kulit dengan pH yang tidak seimbang dapat mengurangi efektivitas dari khasiat produk skin care.

5. Hindari sembarangan membuat DIY skin care

Demi dapatkan wajah yang lebih glowing, bebas jerawat, atau cerah, tak jarang berbagai tips untuk membuat produk skin care sendiri di rumah alias DIY skin care tampak menggoda. Apalagi, tak hanya murah dan hemat, hasil DIY skin care juga kerap diklaim dapat memberikan perubahan yang drastis pada kulit. Namun, perlu diketahui bahwa sebagian besar bahan untuk DIY skin care sebenarnya dapat memperburuk kondisi kulit Anda, lho! Mulai dari baking soda yang memiliki pH 10 alias sangat basa sehingga dapat membuat kulit kering dan iritasi, hingga homemade face mist atau toner yang menggunakan air ber-pH 7. Alih-alih melembapkan, cara tersebut justru membuat kulit terasa kering. Kecuali Anda memiliki alat pengukur pH, lebih baik hindari DIY skin care yang belum terjamin khasiatnya, ya!