Hati-Hati Dengan Obat Kolestrol, Bisa Diabetes

Hati-Hati Dengan Obat Kolestrol, Bisa Diabetes

Portal Berita – Bagi pasien penderita kolestrol tinggi yang sudah parah, minum obat statin secara rutin adalah salah satu cara untuk tetap bisa bertahan hidup. tapi menurut survei, minum statin dalam jangka panjang justru dapat meningkatkan risiko terserang diabetes.

Sebuah survei yang telah dipublikasikan The Lancet tahun 2010, ditemukan bahwa penggunaan statin (obat kolesterol) dapat meningkatkan risiko diabetes.

Hal ini akhirnya menimbulkan persepsi yang salah di masyarakat. Banyak pasien kolesterol tinggi yang akhirnya berhenti mengonsumsi statin karena takut malah menderita diabetes. Akibatnya, kadar kolesterol dalam darahnya terus naik dan justru meningkatkan risiko kematian.

“Menurut survei selama 10 tahun pada pasien kolesterol yang mengonsumsi statin dan tidak, ditemukan ternyata orang yang berobat statin risiko Diabetes Mellitus (DM) menjadi meningkat, tapi risiko kematiannya menurun. Sedangkan yang tidak mengonsumsi statin, risiko DM memang rendah tapi kolesterolnya kan malah meningkat dan angka kematiannya justru naik,” ungkap Dr Yunir.

Meski dapat meningkatkan risiko terserang diabetes, namun dr Yunir menekankan bahwa mengonsumsi statin bagi pasien kolesterol tinggi tetap lebih menguntungkan, karena statin bisa memberikan proteksi terhadap penyakit jantung, sehingga dapat menurunkan angka kematian pasien.

Menurutnya, risiko diabetes yang kemudian muncul akibat pengonsumsian statin masih bisa diatasi dengan mengonsumsi obat diabetes. “Statin bisa dikombinasikan dengan obat diabetes, bahkan dengan insulin pun bisa,” lanjutnya.

Menurut dr Yunir hubungan antara konsumsi statin dan risiko diabetes secara langsung sebenarnya belum jelas. Kesimpulan tersebut diperoleh dari sebuah hasil survei, sedangkan penjelasan mekanismenya hingga saat ini masih diteliti oleh para ahli.

“Statin masih aman diberikan untuk orang dengan kolesterol tinggi. Meski risiko DM jadi lebih tinggi, tapi angka kematiannya turun. Dan perlu diingatkan, orang yang mengonsumsi statin harus rajin mengontrol gula darahnya, jadi tidak hanya kolesterolnya saja,” tutup dr Yunir.