Dua Orang Penting Di Partai Demokrat Tandatangani Surat Pemecatan Pasek

Gede pasek Suardika, anggota komisi IX DPRD mengatakan bahwa dirinya sudah menerima surat pemecatan dari Partai Demokrat. tapi dia menegaskan tidak akan tergesa-gesa untuk menanggapinya.

“Suratnya PAW (Pergantian Antar Waktu). Saya telah menerima dan saat ini sedang dipelajari,” ujar Pasek di Rumah Pergerakan PPI.

Pasek juga mengatakan bahwa surat itu langsung di tandatangani oleh Sekjen Partai Demojrat Edhi Baskoro Yhudoyono dan Ketua harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan. “yang menandatangani Mas Ibas dan Pak Syarief,” ujarnya.

Politisi asal Bali ini juga mengatakan bahwa PAW untuk anggota dewan tidak bisa dengan alasan perbedaan pandangan. di dalan UU MPR, DPR, DPD dan DPRD di sebutkan bahwa PAW akan bisa di lakukan kalai melakukan tindak pidana.

“UU MD3, itu ada hak imunitas, anggota tidak bisa di PAW kalau beda pandangan, kecuali tindak pidana,” katanya.

Dia menegaskan selama ini tidak pernah melanggar fakta integritas seperti apa yang sudah di tuduhkan kepadanya saat ini.

“Saya lebih banyak menjalankan pakta integritas daripada yang menandatangi surat itu. Tidak boleh korupsi, misalnya, yang terkait kasus-kasus Hambalang dan SKK Migas, itu kan saya tidak ada. Tapi ada yang neken surat di sana,” terangnya.

Oleh karena itu, Pasek akan mempelajari surat keputusan itu terlebih dahulu, baru kemudian mengambil sikap. “Selasa bisa mengambil sikap,” ucapnya.