Kopaja AC Pernah Pakai System Gaji, Tapi Sopir Malah Jadi Santai

kopaja-ac-_110802131325-537Sistem setoran seringkali disebut biang keladi sopir angkutan umum ugal-ugalan. Hingga kemudian Kopaja AC menerapkan sistem gaji. Tapi apa lacur, di sistem yang memberikan jaminan pasti setiap bulan ini, awak bus malah ogah-ogahan mencari penumpang.

“Sistem gaji pernah kita uji coba, tapi sopirnya jadi santai seperti sopir bus wisata. Ini membuat pemilik bus tersebut malah tekor,” kata Ketua Umum Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja) Nanang Basuki.

Karena hal itu, Kopaja mengubah sistem. Pemilik bus kini menerapkan sistem setoran namun tetap memberikan insentif kepada awak bus. “Untuk sementara kita pakai sistem ini, sambil mencari sistem yang pas seperti apa,” katanya.

Nanang mengatakan, mencari sistem yang pas diperlukan untuk mengatrol kesejahteraan awak bus namun tidak merugikan pemilik bus. “Kita masih cari seperti apa bagusnya,” katanya.

Sistem setoran dikhawatirkan membuat sopir bus menjadi ugal-ugalan. Mereka saling berebut penumpang untuk bisa menutupi setoran yang harus dipenuhinya. Namun Nanang meyakinkan hal itu tidak akan terjadi pada Kopaja AC.

“Kita lakukan pengawasan ketat, kita pantau terus bus yang ada di lapangan,” katanya.

Hal ini perlu di kaji ulang lagi, karena masih kurang efektif untuk di lakukan. Maka dari itu semua hal yang memang akan di tujukan untuk masyarakat umum sebaiknya di kaji dulu secara baik. Agar semua bisa di terima dan di laksanakan dengan baik.