Bawah Tanah Sebagai Alternatif Kemacetan

Bawah Tanah Sebagai Alternatif Kemacetan

Portal Berita – Sebuah study telah menganalisa bahwa ada kurang rebih 12 juta orang yang setiap hari melakukan aktivitasnya di semua sudut Ibu Kota Jakarta. Dan pastinya transportasi di Jakarta menjadi salah satu kondisi yang paling banyak di padati manusia. Dengan banyaknya orang yang beraktivitas tersebut, kemacetan yang terjadi di Kota Metropilitan itu pasti sudah menjadi hal yang biasa di temui. Dan untuk mengatasi kemacetan tersebut, butuh sebuah alternatif transportasi yang paling tidak mengurangi kemacetan yang ada.

Proyek MRT atau Mass Rapid Transition pasti akan membutuhkan sebuah tempat atau lintasan yang sangat luas. Dan kita semua juga tahu bahwa Jakarta sekarang sudah sangat sempit. Dan maka dari itu sebuah jalur transportasi yang tidak akan menggangggu sarana yang lain akan sangat bisa menjadi alternatif. Dengan membuat membangun jalur bawah tanah yang tidak akan mengganggu dari sarana yang lain.

Di Jakarta banyak terdapat jalur KA yang mengganggu kenyamanan di jalanan raya. Dan banyaknya pedagang asongan yang sering juga mengganggu kenyamanan di setiap jalur transportasi. Maka dari itu, untuk mengatasi semua ketidaknyamanan itu di bangunlah jalur bawah tanah. Tapi pasti pembangunan tersebut akan membutuhkan waktu yang lama.

Dan saat ini Jakarta juga belum mempunyai perda yang menyangkut pemamfaatan ruang di bawah tanah. Maka dari itu butuh sesuatu peraturan yang bisa memayungi hukum agar nantinya tidak ada yang mempersoalkannya.