Ada Penyebab Bisa Terjadinya Kebutaan Pada Lansia

Individu yang menginjak usia 50, kemungkinan dapat mengalami kebutaan yang disebut Degenerasi Makula tipe basah, atau Wet Age-Related Macular Degeneration (Wet AMD).

Degenerasi makula tipe basah terjadi karena pertumbuhan pembuluh darah yang tidak normal, akibatnya, pembuluh darah akan rapuh dan mudah pecah. Kemudian membuat darah serta cairan mengalir ke retina dan menyebabkan distorsi penglihatan. gejala seseorang terkena degenerasi makula tipe basah antara lain: melihat garis lurus jadi tampak bergelombang, mengakibatkan titik buta, dan hilangnya penglihatan di bagian tengah.

Sejak 2004, pasien diobati dengan laser. Tapi menurut dokter mata, Elvioza, cara ini tidak memperbaiki penglihatan, hanya memperlambat kebutaan saja. Selain itu, ketika mata dilaser terus-menerus, retina pun akan habis. hasil penelitian yang diselenggarakan pada 2.000 lebih pasien di ratusan rumah sakit di seluruh dunia, telah menemukan titik terang bagi para penderita degenerasi makula tipe basah.

Pengobatan baru yang disebut Aflibercept, terbukti menghasilkan dampak yang sama dengan obat standar, tapi memiliki dosis yang lebih rendah.

Metode Aflibercept dilakukan dengan cara penyuntikan. Jarum yang digunakan sangat halus, lebih kecil dari sehelai bulu mata sehingga tidak akan menghasilkan rasa sakit.

Penyuntikannya pun menggunakan mikroskop, cairan yang disuntikan berupa protein sebanyak 0,5cc.

Selain menghemat pengeluaran biaya, Aflibercept juga lebih efektif. Tercatat, 30 persen bisa memperbaiki penglihatan dan 60 persen dapat mempertahankan penglihatan. Jadi, kemungkinan untuk mencegah kebutaan mencapai 90 persen.